Oleh: bpt situbondo | 14 Juni 2009

Kawah Ijen (2.380 m dpl)


Kawah Ijen merupakan salah satu daerah tujuan wisata di Jawa Timur yang selalu ramai dikunjungi baik oleh wisatawan domestik maupun mancanegara. Alam pegunungan yang indah dan sejuk menunjukkan keasrian gunung dan hutan masih terawat dengan baik, walaupun adanya kegiatan eksplorasi penambangan belerang

Perjalanan ke Ijen ini sebenarnya bukan yang pertamakali- nya buat saya, dari perkebunan kopi di Kayumas Kecamatan Arjasa-Situbondo berbatasan langsung dengan Kecamatan Sempol-Bondowoso yang letaknya tidak jauh lagi (sekitar 20 km-an) ke kawasan Ijen. Kepenasaran saya timbul tentunya selain karena keindahan kaldera Ijen juga untuk mencoba kondisi jalan (terutama dari arah Kecamatan Tapen-Bondowoso) yang rusak parah. Sabtu pagi, saya mulai perjalanan ke Kawasan Ijen dengan menggunakan sepeda motor melalui jalur Bondowoso melewati Kecamatan Tapen-Kec. Sukosari sampai ke Kec.Sempol. Mulai pertigaan jalan raya Bondowoso-Tapen sampai memasuki Kec. Sukosari tidak menemui kerusakan jalan (berat), tetapi menjelang masuk kawasan hutan Blawan mulai ditemui jalan rusak. Kerusakan jalan mulai banyak ditemui sampai mendekati perkebunan Kopi PTP Nusantara XII di Kalisat, Jampit. Memasuki kawasan perkebunan tersebut kondisi jalan sudah sangat baik dan beraspal mulus.

Memasuki wilayah PTP Nusantara XII di Kalisat, Jampit yang mempunyai tiga pintu gerbang yang berbeda. Pada pintu gerbang pertama, pengunjung akan diminta untuk mengisi buku tamu dan menuliskan tujuan perjalanannya. Pemandangan kawasan ini sangat menarik dengan hamparan kebun kopi arabika-nya yang berbaris teratur, kemudian setelahnya ada hutan pinus milik Perhutani dan juga kawasan hutan Cagar Alam Ijen-Merapi. Saat ini kawasan hutan pinus milik perhutani banyak ditanami tanaman sayuran, terutama kubis yang ditumpangsarikan dengan pohon pinus dengan pola kemitraan dengan penduduk setempat.

Pegunungan Ijen

Perjalanan menuju ke kawah Ijen, dimulai dari Paltuding yang merupakan sebuah pos Perhutani di kaki gunung Ijen. Dari sini terdapat jalan tanah menanjak menuju ke dinding kawah yang memiliki ketinggian sekitar 2.400m dpl (sekitar 3 Km dari Pos Paltuding) dengan waktu tempuh sekitar 2 jam dengan berjalan santai. Jalan tanah menuju kawah Ijen sudah sangat baik, lebarnya sekitar 3 meter dan sudah dipadatkan.

flora

Tipe Ekosistem kawasan hutan Kawah Ijen mempunyai tipe ekosistem hutan tropika basah dataran tinggi. Flora yang dominan yang terdapat dilereng gunung adalah cemara gunung (casuarina junghuhniana), sedangkan yang banyak ditemukan di sekitar bibir kawah adalah Mentigi atau Cantigi (Vaccinium varingiaefolia) dan Edelwiss (Anaphalis sp). flora1Tumbuhan lain Diantaranya Jamuju (Podocarpus inbricatus) dan pasang (Lithocarpus sp). Strawberry hutan juga banyak ditemui mulai titik 23 (2.300 m dari Paltuding) sampai titik 19 (1.900 m dari Paltuding), sayangnya saya tidak menemukan tumbuhan berbuah seperti waktu perjalanan sebelumnya yang menemui apel gunung yang memiliki rasa seperti salsaparilla. strawberry hutanSementara tipe fauna yang ditemui pada waktu itu adalah kera abu-abu atau beruk (Maccaca maccaca), kucing hutan (walau cuma suaranya), ayam hutan dan beberapa jenis burung. Jika cuaca cerah dan tidak berkabut, dari kejauhan akan kelihatan puncak Gunung Raung ((± 3330 m dpl).Gn Raung ( 3300 mdpl)

Tiba di bibir kawah, pemandangan menakjubkan akan tampak di depan mata. Sebuah danau berwarna kehijauan dengan diameter sekitar 1 km yang berselimutkan kabut dan asap belerang berada jauh dibawah. ijen1Untuk menuju ke danau, kita harus menuruni bebatuan tebing terjal kaldera melalui jalan setapak yang juga biasanya dilalui oleh para penambang belerang. Danau Kawah IjenSapu tangan basah atau masker sangat diperlukan disini, karena seringkali arah angin bertiup membawa asap pekat yang mengandung belerang menuju ke jalur penurunan. Bagi yang tidak terbiasa, asap tersebut akan sangat menyesakkan pernafasan dan membuat mata perih dan berair. Danau Kawah Ijen yang mengandung belerangBahkan para penambang itu akan menghentikkan sejenak kegiatan angkutnya jika asap belerang tersebut bertiup ke arah mereka.

Sulphure MinningPengambilan belerang terdapat di dasar kawah, sejajar dengan permukaan danau. Asap putih pekat selalu keluar menyembur melalui pipa besi yang dihubungkan ke sumber belerang. Dari sini, asap belerang keluar dan langsung membeku, terkondensasi terkena udara dingin, membentuk padatan belerang berwarna kuning terang. Batu-batuan belerang ini yang akan diambil. Dipotong atau dicungkil dengan linggis dan kemudian diangkut dalam keranjang yang dibuat dari bambu.1a

Beban yang diangkut masing-masing penambang (saya menyebutnya buruh angkut, karena mereka hanya mengangkut bongkahan belerang dari tempat penambangan) bisa mencapai berat 80-100 kg. 2aBeban yang sangat berat apalagi kalau harus diangkut melalui dinding kaldera yang begitu curam menuruni gunung sejauh 3 km dan berkabut asap belerang. Penghasilan yang diterima seorang penambang rata-rata sekitar Rp.500-600,- per kilonya. Satu orang penambang biasanya hanya mampu membawa satu kali perjalanan setiap harinya, caranya diambil dengan cara dicicil 2-3 keranjang. Semua penambang akan berkumpul di pos penambang, letaknya dekat dengan bangunan bundar peninggalan Belanda. Di pos inilah para penambang menimbang muatannya dan dicatat tentang muatan dan nilainya. Kemudian setelah istirahat secukupnya, mereka kemudian mengangkut bongkahan belerang tersebut ke Pos Paltuding.

Untuk mencapai Kawah Ijen, wisatawan dapat menempuh dengan dua cara yaitu dari utara dan dari selatan.Gedung Bundar

a. Lewat jalan utara
Dari Situbondo menuju Sempol (Bondowoso) lewat Sukosari kemudian dilanjutkan ke Paltuding yang dapat dicapai dengan kendaraan bermotor roda dua atau roda empat. Jarak Situbondo sampai Paltuding adalah 93 km dan kondisi jalan sampai Paltuding boleh dikatakan pada saat ini (Juni 2009) tidak terlalu bagus. Sekitar Sukosari, ada perbaikan jalan yang longsor, kemudian sekitar hutan pinus juga ada beberapa ruas jalan yang rusak parah. Di hutan Blawan juga kondisi jalan tidak terlalu bagus sekitar 1 km. Dengan sepeda motor, perjalanan saya menuju Paltuding ditempuh dalam waktu sekitar 2,5 jam.

b. Lewat jalan selatan
Dari Banyuwangi menuju Licin yang berjarak sekitar 15 km, yang dapat dilewati dengan kendaraan bermotor roda dua atau empat selama sekitar 30 menit. Dari Licin menuju Paltuding yang berjarak sekitar 18 km perjalanan dapat diteruskan dengan kendaraan bermotor roda dua ata roda empat sekitar 6 km sebelum sampai di Paltuding melewati jalan yang dinamakan tanjakan erek-erek yang berupa belokan berbentuk S dan sekaligus menanjak, perjalanan memerlukan waktu sekitar satu jam, karena beberapa ruas jalan sering rusak oleh air hujan maupun karena sering dilewati truk pengangkut Belerang.7ab

Demikian, selamat berkunjung ke Kawah Ijen !


Responses

  1. kontak person perhitani kawah ijen berapa ?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: