Oleh: bpt situbondo | 29 Mei 2009

Hilangnya 5 Siswa SMUN 1 Kapongan-Situbondo di Gunung Argopuro


DIBALIK KISAH HILANGNYA 5 SISWA SMUN 1 KAPONGAN – SITUBONDO DI PEGUNUNGAN ARGOPURO

1 Berita tentang hilangnya 22 siswa anggota pramuka SMUN 1 Kapongan sempat menjadi liputan dari beberapa media massa nasional, bahkan di beberapa surat kabar lokal sempat menjadi headline.Sebelumnya diberitakan bahwa ke 22 siswa anggota pramuka tersebut melakukan perjalanan dari arah Desa Baderan, Kec.Sumbermalang, Situbondo. Tujuan awalnya adalah utk berkemah di Cikasur. Karena jika melakukan perjalanan pendakian ke Argopuro, sdh sejak awal sudah dilarang oleh Ka Konservasi di Pos Baderan mengingat perbekalan dan perlengkapan para siswa tsb sangat minim.

2 Satu hari setelah sempat bermalam di Cikasur, ternyata rombongan meneruskan perjalanan ke arah Sicentor, menuju puncak Argopuro. Mendekati Sicentor, rombongan melewati jalan pintas untuk menghindari pos pemeriksaan di Sicentor. Rombongan tersebut akhirnya sempat mencapai puncak Argopuro. Dalam perjalanan pulang dari puncak Argopuro salah seorang siswa berinisian DA sempat terjatuh. Struktur tanah di sekitar puncak Argopuro memang labil dan berbatu, karena Argopuro dulunya adalah gunung berapi yang sudah mati.

d Setelah itu rombongan akhirnya bergegas pulang dengan melalui jalur Bremi, Kecamatan Krucil, Probolinggo. Dalam perjalanan pulang tersebut ternyata ada tujuh orang siswa yang tercecer dari rombongan, mereka adalah S, NJ, DA, EI, MZH, MT dan WN. Akhirnya 15 siswa satu guru pembimbing (berinisial AR).

a Rombongan ke 22 siswa tsb mestinya sudah sampai di sekolah tgl 23/5/09, tetapi karena belum ada kabar mengenai keberadaan mereka.Pihak sekolah akhirnya mengontak tim penyelamat dari jajaran TNI, Polri serta Tim SAR. Tim penyelamat tersebut esebelumya memulai pencarian dari Baderan, setelah mendengan kabar bahwa ke 15 siswa tersebut telah sampai di Bremi upaya pencarian akhirnya dikonsentrasikan di pos tersebut. Tak lama kemudian ditemukan 2 siswa lainnya yaitu S dan NJ, juga di jalur menuju Bremi. Kelima siswa terakhir yaitu DA, EI, MZH, gMT dan WN akhirnya juga ditemukan di sekitar air terjun Darungan, juga masih di sekitar jalur menuju Bremi (sekitar 5-6 jam perjalanan dari pos Bremi) kelima siswa tersebut didampingi oleh AH ,guru pelatih rombongan tersebut. AH nekad mencari sendiri kelima siswanya, setelah sebelumnya mengantarkan ke 15 siswa lainnya ke Bremi.

Kelima siswa yang ditemukan terakhir ini mengalami kelelahan fisik dan mental luar biasa, kaki lecet, bekas gigitan lintah, kekurangan nutrisi dan dehidrasi. Walaupun demikian semuanya patut bersyukur bisa ditemukan dengan keadaan hidup.

Imbas dari kejadian tersebut, pihak sekolah melarang kegiatan pendandakian ke Argopuro serta kegiatan ekstra keluar sekolah. Selain itu, AH dan AR selaku guru pelatih dan guru pembimbing terancam sanksi pencabutan hak latih dan hak bina. Kedua orang tersebut juga terancam dipidanakan karena tindakan penipuan dan perbuatan tidak menyenangkan. Tindakan penipuan karena menyalahi izin berkemah mungkin bisa dipahami, tetapi perbuatan tidak menyenangkan ?Makam Rengganis

Reruntuhan Peninggalan RengganisDisinyalir ada maksud atau ambisi pribadi dalam pendakian atau perjalanan ke Argopuro ini, salah satu peserta pendakian sempat bermimpi ditemui Dewi Rengganis. Dalam mimpi tersebut Rengganis berpesan untuk mengunjunginya di Argopuro. Dalam pendakian tersebut peserta tersebut konon menemukan 3 buah ‘batu mustika’ di tumpukan batu di puncak Argopuro yang dipercaya sebagai makam Dewi Rengganis. Karena perbuatan itu, menyebabkan ‘penunggu Argopuro’ marah dan menghilangkan kelima siswa terakhir. Salah satu dari kelima siswa yang terakhir ditemukan memang kerapkali ‘kesurupan’ atau ‘kerasukan roh halus’ dalam perjalanan pulang ke Bremi.

Cikasur

Tumbuhan Penyengat Terlepas dari persoalan klenik, supranatural dan hal-hal yang diluar kewajaran itu sebenarnya pendakian atau kegiatan alam bebas adalah kegiatan yang sangat menyenangkan. Tentunya dengan perbekalan dan perlengkapan yang memadai serta dibekali dengan pengetahuan yang cukup. Gunung Argopuro memang memiliki ‘nuansa mistis’ tersendiri. Dalam perjalanan pendakian ke Argopuro, seringkali ditemui para peziarah dari desa-desa sekitar pegunungan Argopuro. Kebanyakan dari Desa sekitar Taman Kursi dan Taman Dadar,Kec.Sumbermalang-Situbondo atau desa-desa dari wilayah Kabupaten Jember. Para peziarah ini dalam perjalanan pulang perginya hanya menghabiskan 1 (hari) perjalanan! Biasanya mereka berangkat sore menjelang malam, kemudian keesokan sore harinya mereka sudah pulang kembali. Tidak jarang mereka mengikutsertakan anak kecil, atau orangtua. Kecepatan jalan mereka, para peziarah ini juga luar biasa (saya menyebutnya setengah berlari). Pegunungan Argopuro memang dimiliki atau setidaknya berbatasan dengan 3 (tiga) kabupaten, yaitu Situbondo, Probolinggo dan Jember. Namun jalur yang populer untuk para pendaki biasanya adalah melalui Bremi-Probolinggo atau melalui Baderan-Situbondo. Melewati jalur Bremi walaupun relatif lebih jauh, berat karena melewati beberapa punggungan. Sebenarnya perjalanan lebih bervariasi, melewati beberapa hutan homogen seperti damar dan pinus,hutan heterogen basah, yang kemudian nantinya akan menemui Danau Taman Hidup. Keadaannya juga lebih basah dan lembab dibandingkan jika melalui jalur Baderan. Karena lebih basah dan lembab, melalui jalur Bremi akan banyak menemui lintah, tumbuhan penyengat atau (kalau beruntung) beberapa reptilia. Jika melalui jalur Baderan, perjalanan menuju puncak Argopuro sebenarnya lebih dekat. Konturnya juga lebih landai, beriklim lebih kering, menemui lebih banyak hutan pinus homogen, beberapa padang rumput. Jika melalui jalur Bremi akan menemui Danau Taman Hidup, maka melalui jalur Baderan akan menemui Padang Rumput Cikasur, yang merupakan hamparan padang rumput yang amat luas. Uraian lebih lengkap silahkan klik Mendaki Argopuro.

Danau Taman Hidup

Jika para siswa tersebut hanya akan berkemah di Cikasur, ujian terberatnya adalah tanjakan dari mulai pos pendaki Baderan. Sebelum mencapai pos pendaki Baderan harus melalui jalan desa yang berupa makadam dan berbatu, benar-benar berbatu. Jika sepatu yang dipakai tidak kuat atau tidak cocok pastinya akan sangat merepotkan. Selanjutnya adalah jalan tanah menanjak yang ‘cukup panjang.’ diselingi beberapa jalur yang agak landai. Demikian terus karakter jalannya sampai dengan Cikasur. Jadi sebenarnya tidak perlu ada kendala berarti jika sebelumnya ada kesiapan fisik dan mental yang cukup baik selain membawa perbekalan dan perlengkapan yang cukup.

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,selain ada kesiapan fisik dan mental serta majemen perjalanan yang baik, ada baiknya kita mengikuti filosofi para pecinta alam yaitu untuk tidak mengambil sesuatu kecuali foto dan tidak meninggalkan sesuatu kecuali jejak. Demikian, selamat mendaki Argopuro !


Responses

  1. Lain kali tuh buat kakak pembinanya, harus melengkapi diri dengan ilmu medan peta dan kompas. siapkan baik-baik perbekalan anak-anak n route yang akan di lalui. nggak boleh anggap remeh kalo mau masuk hutan. sebisanya pake GPS atau yang paling sederhana kompas ama peta.
    jangan malu maluin pramuka donk.
    okey, salam pramuka. dari kikigober@ymail.com aktifis wanabakti

  2. beautiful argopuro…..

  3. payah pembinanya

  4. haduhh………
    untung az ktemu dgn slamat!!!
    mnrut aq ntu slah dr org yg ngmbil btu mustika!!!!!!!!
    kyak yg g da krjaan az gngguin alam laen!!!!!!!

  5. untung gak jadi kayak vincent tuch

  6. makanya, pelajari itu manajemen perjalanan atau ekspedisi dan navigasi darat serta jungle survival, sebagai upaya preventip.( salam buat Wahyu ketua regu yang tersesat)

  7. dibikin film kisah nyata keren neh.,

    • salam rimba,ambil postif aja semua pendaki pasti dapat cobaan

      • jalan2 ke sulawesi mngkin GUnungnya lebih mistik lagi


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: