Oleh: bpt situbondo | 12 November 2008

TAMAN NASIONAL BALURAN


Savana Bekol, dari Menara Pengawas 2

Untuk mencapai Taman Nasional ini tidaklah sulit, letak pintu masuknya persis di tepi jalan raya Surabaya – Banyuwangi. Jika anda hendak bepergian ke Bali melalui jalur darat, pasti akan melewati gerbang utama ini. TN Baluran merupakan daerah ekosistem hutan yang spesifik kering di Pulau Jawa. Terdiri dari type vegetasi savana, hutan mangrove, hutan musim, hutan pantai dan hutan yang selalu hijau sepanjang musim. Jika anda ingin menjelajah savana, maka daerah Bekol adalah lokasi yang cocok untuk dituju. Mau mendapatkan suasana hutan pantai? Maka kawasan Bama-lah yang ideal. Masih di Savana Bekol

Afrika-nya Jawa ! Begitu yang kerap digambarkan orang untuk Taman Nasional yang letaknya di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Begitu menginjakkan kaki disana, savana terbentang luas, pemandangannya memukau, menyegarkan mata dan hati. Savana memang merupakan ciri utama dan ikon TN Baluran, padang rumput luas yang dikala musim kemarau selalu dikunjungi satwa liar itu luasnya sekitar 40 % dari luas total TN Baluran yang mencapai 25.000 Ha.

Waktu yang paling pas untuk mengunjungi daerah Bekol di TN Baluran adalah pada musim kemarau antara September – Oktober, pada saat itu kemungkinan besar untuk melihat Banteng (Bos javanicus javanicus), Kijang (Muntiacus muntjak muntjak), Rusa (Cervus timorensis russa), merak atau mungkin macan tutul (Panthera pardus melas).

russa2

Pada waktu penulis mengunjungi TN Baluran (akhir Oktober 2008) saat itu di kawasan Baluran sudah melewati bulan keenam musim kemarau. Cuaca terik dan kering menyebabkan kawasan hutan yang selalu hijau (evergreen forest) tampak mengering, ya tapi itulah Baluran. Dengan segala karakteristiknya yang khas membuat salah satu Taman Nasional terbaik di Pulau Jawa ini tampak selalu menarik untuk dikunjungi.

Sesaat setelah melewati gerbang utama TN Baluran sekawanan burung parkit hijau dan Tekukur tampak berseliweran, juga banyak ditemui sekelompok kecil ayam hutan. Makin jauh memasuki kawasan hutan, akan ditemui kawanan lutung jawa. Di sekitar kawanan lutung ini penulis juga sempat melihat elang jawa yang langka. Karena keterbatasan kamera penulis, momentum yang jarang terjadi ini tidak sempat mengabadikan burung predator yang hampir punah tersebut. Mendekati kawasan savana Bekol akan dijumpai satu-dua ekor merak, atau bahkan beberapa ekor merak.

Di kawasan Savana Bekol terdapat beberapa pavillun guesthouse atau cottage yang dapat disewa pengunjung TN Baluran. Juga terdapat menara pengawas di atas bukit yang biasa digunakan untuk mengamati hewan-hewan liar di savana. Menjelang sore hari atau pagi harinya sering dijumpai kawanan rusa yang jumlahnya puluhan atau kadang ratusan ekor.

Jika ingin menikmati suasana pantai dan hutan bakau, tinggal meneruskan ke arah Pantai Bama. Dengan jarak ± 5 Km dan kondisi jalan yang cukup baik, bisa ditempuh sekitar 30 menit. Dalam perjalanan menuju Pantai Bama, masih di sekitar savana Bekol jika beruntung sebenarnya akan menjumpai kawanan rusa. Ada satu lagi menara pengawas yang bisa digunakan untuk mengamati kawanan rusa tersebut. Mendekati kawasan Pantai Bama, sebenarnya ada kawanan Lutung Jawa yang masih bisa ditemui. Sesekali ada Burung Rangkong yang melintas atau hinggap di pepohonan. Rangkong

Di Pantai Bama, fasilitas yang disediakan sudah cukup baik dan lengkap. Guesthouse, musholla sampai kamar mandi umum. Anda juga bisa menyewa perahu untuk melihat taman laut seperti di Kajang, Simacan, Lempuyang, Air Karang dan Bilik. Di Pantai Bama ini juga anda bisa menjelajahi hutan bakau, terdapat semacam dermaga kayu yang bisa disusuri hingga menjorok ke tepi laut. Suasana hutan bakau yang agak gelap dan rimbun mungkin akan menimbulkan kesan tersendiri, karena sebelumnya telah menjelajahi savana atau pantai yang lebih terang dan terbuka. Pada saat menuju hutan bakau, penulis juga sempat dikejutkan dengan seekor biawak besar yang tiba – tiba menyeruak dari tumpukan daun dan dahan pohon palem. Dengan panjang antara 1,5 – 2 meter adalah biawak liar terbesar pertama yang baru kali pertama penulis temui.Pantai Bama

Taman Nasional Baluran sangat rentan terhadap kebakaran, apalagi pada saat puncak musim kemarau. Oleh pengelola taman nasional sempat didatangkan sejenis tumbuhan dari Afrika yang digunakan untuk menyekat api. Namanya Acasia nilotica.akasia1 Batang dan ranting pohon ini berduri, dengan daun mirip lamtoro atau putri malu. Tumbuhan ini ditanam di savana Bekol untuk memagari kebakaran. Ternyata tumbuhan ini memberikan efek buruk yang dampaknya sampai sekarang sulit untuk dikendalikan. Acasia nilotica dapat mematikan rumput yang tumbuh disekitarnya, selain itu penyebarannya juga sangat pesat sehingga dapat mengancam ekosistem savana. Untuk mematikan tanaman ini tidaklah mudah, karena harus dicabut sampai ke akar-akarnya

Wisata Hutan Bakau di pantai Bama

91

Hutan Pantai Bama, ramai dengan jejak kaki satwa liarfoto dari dermaga kayu di hutan bakau

Keberadaan satwa-satwa liar di TN Baluran ini, sungguh merupakan objek yang menarik. Apakah diamati dengan mata telanjang atau bahkan diamati dengan lensa kamera. Atau bahkan jika pada suatu saat anda berpapasan dengan hewan liar, dengan jarak yang cukup dekat. Tampa pembatas atau sekat seperti jika anda mengunjungi Taman Safari atau di Kebun Binatang tentunya merupakan atmosfir tersendiri untuk anda yang menyukai wisata petualangan ini. Tentunya amat sayang jika dilewatkan begitu saja atau cuma mendengar dari buku atau cerita orang lain.tokek, foto di sekitar cottage

Jika anda ingin menjumpai kawanan satwa liar, ada beberapa tips yang bisa dilakukan. Datanglah pagi sekali (pada musim kemarau, pukul 5 pagi di TN Baluran sudah terang benderang !) atau setidaknya sore hari menjelang petang, pada saat tersebut satwa liar penghuni TN Baluran akan banyak ditemui. Berjalanlah dengan perlahan dan tidak terlalu berisik. Kalau perlu datanglah sendirian (seperti yang penulis lakukan), menghindari kunjungan pada saat musim liburan atau hari minggu, dimana pada saat itu akan banyak pengunjung yang datang (kadang dengan suara knalpot sepeda motor yang meraung-raung) juga sangat membantu pertemuan kita dengan satwa liar yang eksotik. Tentunya kita tidak ingin jalan jauh jauh kalau ternyata hanya menemukan sekumpulan kera abu –abu (Macaca macaca) yang memang kelihatan jinak dan suka menemui pengunjung di TN Baluran.

perkiraan populasi satwa liar di tn baluran 2007

Ketika Hujan Tiba

Padang Rumput Savana

img_0441

Menginjakkan kaki di kawasan Taman Nasional Baluran, akan sangat berbeda ketika kita memasukinya saat musim hujan atau setelah musim hujan. Bau rump2ut, tanah dan pohon yang lembab menyesakkan paru2. Apalagi jika menjelang pagi, bau kemanggi hutan dan simbukkan amat dominan. Ditambah sayup sayup suara kucing hutan, alap-alap, merak dan ayam hutan menyambut pagi.

Yang agak berbeda adalah pada saat ini, setelah diguyur hujan dimana rumput padang savanna telah menghijau dan hutan di Gunung Baluran kembali lebat. Kita bisa dipastikan akan sangat sukar menemui kawanan rusa yang biasanya merumput di padang savanna tersebut. Saat ini (Maret 2009) memang saat dimana kawanan rusa tersebut sedang membesarkan anak-anaknya. Biasanya mereka masuk ke hutan lebih dalam untuk menghindari predator. Memang tinggi rumput liar dan gulma di padang savanna ini bisa mencapai 1,5-1,7 meter, sangat masuk akal kemungkinan ada predator yang mengincar anak-anak rusa tersebut dari balik rimbunan semak.ayam hutan

Di sekitar evergreen forest juga tidak ditemui lagi kera abu-abu (beruk) dan lutung (owa) jawa, seperti hewan lainnya mereka masuk ke dalam hutan. Ayam hutan, merak dan berbagai jenis burung masih banyak di jumpai. Kera abu-abu bisa dijumpai di hutan Pantai Bama, sedangkan lutung masih bisa ditemui di kawasan hutan mangrove Pantai Bama,. Di hutan mangrove ini juga sering terlihat biawak, rangkong dan berbagai jenis unggas lainnya.

lutung jawa

deer

Yang perlu diperhatikan (dan sebenarnya) sangat memprihatinkan adalah perkembangan pohon akasia di musim hujan ini. Akasia yang bukan penghuni asli TN Baluran pada saat musim kemarau masih bisa tumbuh dan bertunas, perkembangannya akan jauh lebih pesat lagi pada saat musim hujan. Pohon akasia dengan alkaloid-nya bisa mematikan rumput yang tumbuh di bawah dan sekitarnya. Pohon yang tadinya didatangkan dari Afrika utk memagari dan melokalisir kebakaran hutan di padang savanna justru malah mematikan padang savanna tersebut dengan tumbuh mendominasinya. Perkembangan akasia saat ini diperkirakan hampir 70 % mendominasi vegetasi di padang rumput savanna Bekol.

teluk bama

silent gulf Mengingatkan kembali bagi para pengunjung yang ingin menikmati suasana TN Baluran yang ‘lebih hidup’ dengan alam dan satwa liarnya sebaiknya datang pagi sekali. Perlu diketahui bahwa kawasan taman nasional yang letaknya di ujung timur pulau jawa ini dan berbatasan dengan perairan Selat Bali. Sehingga waktu setempat akan dipengaruhi dengan Waktu Indonesia Bagian Tengah yang selisihnya lebih maju hampir satu jam dengan Waktu Indonesia Bagian Barat (WIB). Jadi tidak heran kalau jam 5 pagi disini sudah terang benderang. Jika tidak bisa mendatangi lebih pagi, cobalah menginap di cottage dan pavillun di TN Baluran. Menikmati malam dan pagi disini tentunya akan jauh lebih berkesan dibandingkan bermalam di tempat sekelas Taman Safari pun. Tentu karena suasananya yang lebih alami. Selamat menikmati !


Responses

  1. aduh eta mah reunian teh meuni jauh pisan!tp indah oge suasanana….mangga kanggo akang2 & euceu2 sy cm dkg doa aja smg acaranya sukses n lancar

  2. luar biasa tawaran kang Dadan, tempatnya fantastik dan indah, ada aroma wisata petualangan….
    Sayangnya lokasinya lumayan jauh, perlu banyak sekali persiapannya,
    saya agak khawatir kalau animo akang/euceu agak kurang….
    mungkin kalau lain waktu bisa direalisasikan.
    makasih sarannya kang Dadan

  3. SUbhanallah,ALhamdulillah, Allohu Akbar..
    Yang telah menciptakan alam ini dengan begitu sempurna…
    Sudah selayaknya kita sebagai hamba-Nya lebih muroqobatullah dengan selalu bertasbih dan memperjuangkan syari’at-Nya…
    (seriuus…nya…)
    He…he…semoga berguna untuk Pencerahan hidup…

  4. tah aya info nu sae pisan ti kang dadan kupluk tapi hanjakal jauh pisan nya. kumaha lamun dipindahkeun ka depok sigana mah atoh pisan tah simkuring jeung akang/eceu bisa daratang he..he terutama kang syamsu nu tos bosen ku taman raya bogor na

  5. pluk pluk maneh mah neangan batur jang ulin, kan sobat hiji2 na pindah ka klaten nya

  6. bujug buneng

  7. wooowww… ini foto karya kang kuplux… bravo, two thumbs up…

  8. subhanalloh…wow keren … fotonya boleh di kopi kagak???

  9. ca’ elah

  10. Assalamu’alaikum
    Salam kenal mas.. alam yang Indah Subhannallah… Jangan lupa kapan2 berkunjung juga kesini baca artikel artikel Islam.

    wassalam

  11. baluran memang indah…………………terpuaskan kalo udah kesana tapi pulangnya dengan badan gosong karnaaaa udaranya sangat panas pantaslah disebut afrikanya indonesia

    • mestinya kita mengunjungi Baluran pagi sekali atau sore, mulai menjelang maghrib. Selain tidak terlalu panas, pada saat-saat itu aktivitas satwa juga mudah terpantau

  12. saya baru selesai renovasi rumah minggu kemarin akibat gempa Jogja di genteng rumah saya ada 5 tokek maklum di lingkungan saya persawahan & bukit lalu sekarang saya kandangkan ukuran nya 3 jari dewasa

    siapa yg berminat,,akan kita kirim penawaran lewat email / datang langsung ke jl jogja-solo km 25 Ruko Griya lusah pratama no 7 klaten jawa tengah

    saya mau jual berapa aja asal serius,,hub saya ke

    (0272) 9047090 /sms:088 12728233 (dewangga)

  13. Anda punya tokek minimal 3 ons, susah jualnya /mau cari harga tinggi . Kami siap membantu anda untuk menjualkannya peminat serius hub.081317913852

  14. luar biasa banget Taman Nasional Baluran……..,
    pokonya unforgettable dech!
    kapan-kapan pngen kesana lagi……………
    thanks ma pemandunya juga…, baik banget udah ngebantu kami anak pend.biologi 2007 dari universitas negeri surabaya selama 3 hari disana

  15. baluran memang indah, n harus selalu dilestarikan selain digunakan sebagai tempat untuk refresing sekaligus dapat digunakan sebagai tempat belajar (ada 4 ekosistem: savana, hutan evergreen, hutan musim, n hutan mangrove), buruan…yang mau berwisata jangan lupa dijaga lingkungannya agar tetap bersih & terjaga (cos di bama n bekol banyak sampah dari para pengunjung yg tdk bertanggung jawab).
    Ayo mulai cinta lingkungan…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: